Curhat Hippmamoro Yogyakata

 "Peran Pemerintah Daerah dan Eksistensi Hippmamoro Yogyakarta dalam Esensi Dunia Pendidikan"

Himpunan Pemuda Pelajara Mahasiswa Morotai (Hippmamoro) Yogyakarta mengucapkan Selamat dan sukses atas pelantikan Bapak Beni Laos dan Asrun Padoma S.Ag sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pulau Morotai Periode 2017-2022.

Mahasiswa morotai yang berdomisili di yogyakarta, berharap Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Pulau Morotai lebih peduli pada dunia pendidikan. Selama ini Pemkab belum banyak memberikan “perhatiannya” terhadap dunia pendidikan didaerah tersebut. 

Hal itu dipertanyakan oleh masyarakat morotai terutama insan pendidikannya. Salah satu bentuk langkah konkret untuk memajukan dunia pendidikan dengan memberikan bantuan beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu dan atau mahasiswa berprestasi. Baik yang nantinya akan melanjutkan studi di perguruan tinggi, strata satu (S1) dan pasca sarjana (S2) serta ke jenjang Doktor. 
Bukan hanya itu pemerintah juga harus memberikan fasilitas pendidikan bagi mahasiswa yang kuliah diluar daerah, fasilitas yang diberikan berupa tempat tinggal (Asrama) bagi mahasiswa dan atau sekretariat paguyuban/organisasi mahasiswa yang kuliah diuar daerah. 

Untuk memiliki sebuah fasilitas pendidikan. Mahasiswa diluar daerah suda seharusnya memiliki sekretariat paguyuban yang resmi. Sebagai wadah untuk menampung semua aspirasi mahasiswa. Serta untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di kabupaten pulau morotai. 

Beberapa contoh paguyuban mahasiswa morotai diluar daerah antara lain Hippmamoro (Yogyakarta), Hippma Morotai (Makasar) Himamoro Jabodatabek (Jakarta, Bogor, Tanggerang, Bekasi), Hipmamoro (Manado), dan PB. Hippmamoro (Ternate). Tapi yang sangat disayangkan, tidak semua mahasiswa morotai yang kuliah diluar daerah memiliki sekretariat legal/resmi yang dibuktikan dengan akta notaris dari pemkab morotai. Sebagai contohnya yaitu mahasiswa morotai yang ada di jogja.


Apa pentingnya sebuah sekretariat Hippmamoro?

Menurut keterangan Ketua Umum Hippmamoro Yogyakarta Ahman Yani Ladjame, mahasiswa asal morotai, dan mahasiswa aktif jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota di Sekolah Tinggi Tekhnik Nasional (STTNAS). “Saat ini satu-satunya organisasi tempat kami menyampaikan aspirasi adalah Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morotai (HIPPMAMORO). Organisasi ini resmi merupakan Himpunan Mahasiswa yang berasal dari kabupaten pulau morotai. Setiap kabupaten/kota yang ada diyogyakarta memiliki lembaga paguyuban dan pemuda masing-masing. Dan untuk menyatukan seluruh mahasiswa morotai di yogyakarta, maka perlu difasilitasi sebuah asrama hippmamoro untuk mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.” Tutur Ahmad.

Sejak kapan Hippmamoro Yogyakarta ini didirikan?

Senada dengan Ahmad, mantan sekretaris hippmamoro periode 2015-2016. Risal Johar, juga mengatakan bahwa himpunan pemuda pelajar mahasiswa morotai (HIPPMAMORO) Yogyakarta sudah digagas sejak tahun 2013, tapi sayangnya selalu terkendala dengan situasi dan kondisi didaerah. Pada tanggal 02 februari, baru dimulai konsolidasi untuk mempersatukan mahasiswa morotai yang ada diyogyakarta. Dan pada akhirnya terlaksana musyawarah besar (MUBES) ke-I di Geopasial Parangtritis Yogyakarta. Diikuti sebanyak 16 peserta, sehingga terbentuklah lembaga paguyuban morotai yang bernama himpunan pemuda pelajar mahasiswa morotai (HIPPMAMORO) yogyakarta dan Marwan Dias Aswan terpilih sebagai katua umum pada mubes ke-I. Kata Risal Johar, saat diwawancarai usai diskusi.

Selain Risal, hadir juga Safril sebagai anggota dibidang media dan komunikasi (Medkom). Melalui pengamatan dan wawancara langsung dengan kedua narasumber, sejak tahun 2014 lembaga paguyuban ini menjadi terkendala dalam hal bantuan sekretariat. Pasalnya mahasiswa morotai diyogyakarta menyayangkan kepedulian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan melalui fasilitas berupa sekretariat yang dijanji-janjikan tak kunjung diberikan. Dengan alasanya adanya pergantian kepemimpinan dan tata kelola administrasi yang kurang efektif.

Hal ini bukanlah keinginan pribadi saya, namun ini merupakan harapan kami bersama sebagai mahasiswa morotai yang kuliah diyogyakarta maupun diluar daerah. Berikut beberapa alasan mengapa kami sangat berharap agar proses legalisasi sekretariat kami dilakukan secepat mungkin.

Pertama, bukan sekedar perkumpulan biasa, kami berharap organisasi ini nantinya akan menjadi “lahan Aspirasi” sekaligus “Taman Informasi” bagi mahasiswa diyogyakarta. Akan menjadi penggerak bagi para mahasiswa untuk menyampaikan semua aspirasinya sebagai masyarakat morotai yang posisinya sedang berada diluar daerah. Maksudnya disini bukan sekedar aspirasi yang sifatnya materi, tapi merupakan aspirasi dasar sebagai masyarakat misalnya curhatan terhadap pemerintah mengenai pembangunan morotai kedepan. Membangun daerah itu tugas seluruh masyarakat termasuk mahasiswa, bukan tugas bupati saja atau bukan tugas pemerintah saja tapi semua pihak harus bersinergi dalam mewujudkan pembangunan dimorotai. Dan menurut kami itu akan mudah disampaikan dan dilakukan bila ada wadah yang dapat menampung dan menyampaikan aspirasi tersebut.
Bukan hanya itu, wadah ini nantinya juga akan sangat berperan dalam menerima dan menyampaikan informasi penting dari ke morotai atau lebih tepatnya penyambung informasi kepada seluruh mahasiswa baik yang sifatnya personal apalagi yang bersifat masal.


Kedua, jumlah mahasiswa yang relatif sudah banyak, dari proses pendataan yang kami lakukan mahasiswa asal morotai yang kuliah diwilayah yogyakarta yang berjumlah hampir 100 orang. Dan jumlah ini akan semakin bertambah karena setiap tahun dari tahun 2014 jumlah mahasiswa morotai terus meningkat jumlahnya. Dan dari keseluruhan mahasiswa itu seluruhnya sudah merapatkan barisan dan memiliki keinginan yang seragam yaitu memiliki asrama yang legal dan dibuktikan dengan akta notaris yang ditandatangani pihak pemkab morotai.

Ketiga, sebagai wadah mengespresikan kecintaan terhadap budaya lokal morotai, jika nanti kami memiliki asrama tentunya akan mudah bagi kami untuk menghimpun mahasiswa guna mempromosikan adat dan budaya morotai didaerah tempat kami kuliah. Bukan hanya adat dan budaya paguyuban ini nanti juga bisa dijadikan sarana mempromosikan potensi wisata yang ada di mutiara bibir pasifik. Kami tau sebetulnya ini bukan tugas dan wewenang kami sebagai mahasiswa tapi sudah ada dinas terkait yang memang ditugaskan untuk mengurusi masalah itu yaitu dinas pariwisata. Tapi kembali, bukankah membangun dan memajukan daerah dari segala sektor dan dimensi itu tugas bersama, selagi ada kontribusi yang bisa kita berikan untuk daerah tercinta kenapa tidak.

Oleh karena itu maka besar harapan kami pemerintah daerah dalam hal ini pemkab pulau morotai mau berbesar hati menanggapi harapan kami ini. Ini bukan desakan tapi ini hanya bagian dari rintihan dan curhatan seorang anak kepada orang tuanya. Kami hampir tidak tau apa yang harus kami lakukan dan kepada siapa ini kami sampaikan. Namun kami memiliki satu keyakinan yang sama bahwa sebenarnya masih ada orang-orang tua kami dimorotai yang mendengar keluhan kami, dan mau “mengulurkan tangan” untuk mewujudkan cita-cita mulia kami ini. Salam Podiki De Porigaho, ini anakmu HIPPMAMORO MAKARECI Yogyakarta. (SB).
Doc Pribadi. Diskusi Hippmamoro : Curhat Hippmamoro Yogyakarta "Peran Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Morotai dan Hippmamoro Yogyakarta dalam Dunia Pendidikan"

Postingan Populer