MEMBACA MELAWAN

“ Pentingnya Budaya Membaca Dalam Ber-IMM ”

Membaca adalah salah satu kebutuhan manusia, pada kenyataannnya dengan membaca manusia akan berkembang ke arah progres. Kebutuhan manusia menurut teorinya Abraham Maslow, terdiri atas lima aspek yang berbentuk piramida. Yang pertama, kebutuhan dasar (fisioligical need) misalnya; sandang, pangan, papan, dll. Kedua, kebutuhan rasa aman (safey need) baik secara fisik maupun mental, manusia selalu membutuhkan rasa aman. Jaminan keamanan selalu dicari oleh setiap individu karna safety merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar. Ketiga, kebutuhan rasa saling memeliki (belonging need).

Kebutuhan-kebutuhan ini bisa dimiliki oleh setiap individu, namun dua kebutuhan piramida dalam Maslow, nampaknya tidak semua orang bisa memenuhinya. Dua kebutuhan tersebut adalah kebutuhan dihargai (self esteem) dan kebutuhan aktualaisasi diri (self actualization). Untuk sementara kita merubah paradigma berfikir tentang esteem atau sesutau yang dihargai bukan hanya sekedar materi tentang selembar kertas bernama ijasah atau sertifikat. Keberadaan bukti formalitas semacam itu penting adanya namun ada yang lebih peting lagi yaitu pengakuan masyarakat. Hanya itu yang dapat kita abadikan kepada masyarakat yaitu salah satunya pemenuhan kebutuhan akan self esteem.

Bagaimana dengan sosok pembaca sejati?safrilbahrani@gmail.comPutraMorotai

Hatta adalah cerminanan pembaca sejati. Hatta membaca dalam artian iqro; membaca yang tersurat maupun yang tersirat. Kepandainnya dengan membaca keadaan tak terlepas dari pengetahuanya yang luas. Wawasan yang luas itu diantaranya diperoleh dari bacaannya yang luas pula. Kecintaan hatta pada buku sudah melegenda. Sebuah kutipan yang terkenal dari Bung Hatta antara lain adalah, “Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” Buku adalah amunisinya, pena/tinta adalah senjatanya. Bahkan mas kawin pernikahannya dengan Ibu Rahmi adalah buku karyanya.

Muhammad Hatta mengatakan bahwa dalam pembangunan nasional yang harus diutamakan adalah pembangunan manusianya. Artinya bahwa pembangunan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi semata, bahkan pertmbuhan ekonomi sekedar derivat yang harus mendukung pembangunan manusia. Didalam pandangannya, tampak sekali hatta selalu berorientasi pada pembangunan manusia menuju peradaban manusia, menjadikan manusia bermartabat dan berguna dimuka bumi. Didalam buku Anwar Abbas dicatatkan bahwa, Bung Hatta menjelaskan kepada anak sulungnya tentang makna “ mencerdaskan kehidupan bangsa” sebagai suatu konsepsi-kultural, yaitu upaya untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat agar tidak lagi bermartabat inlander. Mencerdaskan otak bangsa sekedar sebagian dari mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam islam manusia atau umat adalah “ the subject matter”.

Dalam bukunya Abdul Munir Mulkam, kebenaran ilmu dan pendidikan dalam gagasan Kiai Ahmad Dahlan tumbuh suatu sistem nilai dan tradisi kependidikan dalam pengertian yang luas. Dari sini muncullah kesadaran, bahwa setiap orang wajib menyebarkan ilmu sekaligus ajaran islam kesemua orang disemua tempat, menjadi guru sekaligus juga menjadi murid, belajar dan juga mengajar untuk sebuah kebaikan hidup untuk seluruh umat manusia.

Sejenak mari kita sisihkan kembali riwayat K.H. Ahmad Dahlan yang tidak pernah mengalami pendidikan formal. Ia menguasai beragm ilmu dari belajar secara otodidak baik belajar kepada ulama atau seorang ahli atau membaca buku-buku atau kitab-kitab. 

Beliau belajar ilmu fikih dari Kyai Mohammad Sholeh yang juga kakak iparnya sendiri, belajar ilmu nahwu dari K.H. Muhcsin, belajar ilmu falaq dari K.H. Raden Dahlan dari Pondok Pesantren Termas, belajar ilmu hadits dari Kyai Mahfudz, belajar qiroatul qur’an dari Syekh Amin dan lain-lain. K.H. Ahmad Dahlan juga pernah berinteraksi dengan para ulama terutama saat beliau berada di Mekkah, misalnya dnegan Syekh Muhammad Khatib dari Minangkabau, Kyai Nawawi dari banten, Kyai Mas Abdulah dari Surabaya dan lain-lain.

Gagasan dari K.H. Ahmad Dahlan terletak pada kesejajaran kebenaran tafsir Al Qur’an dan As Sunah, akal suci, temuaniptk, dan pengalaman universal kemanusiaan. Belajar filsafat baginya adalah kunci pengembangan kemampuan akal suci, selain belajar pada pengalaman beragam bangsa dan pemeluk agama. Dari sini deperoleh pengetapan ajaran islam, yaitu penyelematan kehidupan umat manusia di dunia berdasarkan etika welas yang penulis baca pada buku karangan Abdul Munir Mulkham.

Kapan harus mulai, membudayakan Membaca? Kalau bukan sekarang, kapan lagi...

Sebagai kader IMM yang progresiv, lemahnya minat baca merupakan musuh yang harus segera dilawann karena itu adalah dinding pembodohan yang harus segera dihancurkan. Membaca adalah melawan !!! dengan membaca kita dapat mengenal dunia. Nah, apa pentingnya budaya membaca dalam ber IMM ?
So, kita harus membudayakan membaca agar menjadi kader yang maju dan berpengetahuan. Pada saat kita berhasil memeliki ilmu dengan cara membaca maka ilmu itu akan memeberikan manfaat bagi orang lain, saat itulah kita mendapatkan kebahagian yang sebenarnya, meskipun tanpa uang.
Selamat membaca... Salam Fastabiqul khairot.

#DAD IMM FE & FTI
Ref :
1. Abdul Munir Mulkham, 2010. Jejak Pembaharuan Sosial & Kemanusian, KH. Ahmad Dahlan.               Kompas, Jakarta.
2. Anwar Abbas, 2010. Bung Hatta dan Ekonomi Islam. Kompas, Jakarta.
3. Maslow, Abraham H., Motivasi dan Kepribadian: Teori Motivasi dengan Ancangan Hirarki                   Kebutuhan Manusia (judul asli:Motivation and Personality), diterjemahkan oleh Nurul Iman, PT.             Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta, 1984


IMM KOMISARIAT FAKULTAS EKONOMI


Postingan Populer